Skip to main content

Universitas Di Kota Bengkulu Siap Kolaborasi Atasi Permasalahan Sampah

sampah
Universitas Di Kota Bengkulu Siap Kolaborasi Atasi Permasalahan Sampah

Bengkulu – Beberapa univesitas terkemuka siap untuk berkolaborasi atau bekerjasama untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bengkulu dimana para mahasiswa akan diperbantukan dalam hal mengedukasi dan mengubah pikiran dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan.

1

Untuk mengatasi permasalahan sampah ini Wakil Walikota Bengkulu melakukan kunjungan dan mencari masukan ke beberapa univesitas yang ada di Kota Bengkulu seperti Univesitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Univesitas Bengkulu (Unib) dan Univesitas Dehasen (Unived).
 
Dalam kunjungan ke UMB, Kamis (21/1) Wawali mendapakan masukan dari  rektor UMB, Dr. Sakroni, M.Pd, yang mengatakan persoalan sampah bukan hanya urusan dan kepentingan Pemerintah Kota Bengkulu saja, namun merupakan urusan dan kepentingan seluruh masyarakat di Kota Bengkulu.

Maka dari itu pihaknya (UMB) siap bekerjasama dan kolaborasi dengan Pemkot Bengkulu untuk sama-sama mengatasi persoalan sampah, dimana para mahasiswa UMB akan diperbantukan dalam hal mengedukasi masyarakat.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mohon bantuan UMB bagaimana dengan pengolahan sampah di Kota Bengkulu. Karena di Kota Bengkulu ini menghasilkan 774 m3 sampah per hari. Kalau kita tidak melakukan terobosan soal sampah, setiap tahun kami harus membeli lahan baru untuk sampah.

"Dampak banjir juga dikarenakan sampah. Banyak ditemukan seperti di pintu air Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Rawa Makmur, Pasir Putih, Taman Berkas, Pantai Zakat, Simpang Lempuing dan lainnya," ujarnya.

Beberapa sosusinya yakni menerapkan upaya 3 R yakni Reduce, Reuse, Recycle. Kemudian memberdayakan mahasiswa UMB yang melakukan KKN tematik dan lainnya.

2

Sedangkan dalam kunjungan Wawali pagi harinya di Unib, diawali dengan pemaparan terkait bahaya sampah hingga peran pemerintah dalam menanggulangi sampah, Dedy mengajak pihak Unib untuk ikut berperan aktif dalam mengatasi masalah sampah.

“Ya, hari ini kita berkunjung ke Unib, kampus terbesar di Kota Bengkulu yang biasa dijuluki green kampus. Kehadiran kita kesini ialah mengharapkan ide-ide kreatif mahasiswa dan peran aktif mahasiswa dalam menanggulangi sampah. Dan alhamdulillah bapak Rektor menyambut dan merespon baik rencana ini. Nanti bukan hanya mahasiawa saja, seluruh pihak dan stakeholder akan dilibatkan,” ujar Dedy.

Seusai diskusi, Dedy mengajak para mahasiswa untuk mengubah pikiran dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan kebersihan lingkungan.

“Kita akan ajak teman-teman mahasiswa untuk merubah perilaku masyarakat yang belum sadar akan kebersihan. Nantinya ads berbagai upaya agar masyarakat sadar akan kebersihan ini. Ini nanti akan berlandaskan dasar hukum, nah nanti apabila ada yang kembali membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi agar mereka jera. Oleh karena itu, kita ingin mahasiswa Unib menjadi contoh untuk masyarakat maupun kampus lainnya,” tambah Dedy

Dari berbagai langkah yang dijelaskan Wawali Dedy, Rektor Unib Ridwan Nurazi menyambut dan merespon baik rencana Pemkot Bengkulu dalam menanggulangi sampah.

“Pertama, kita merespon baik program dari Pemkot Bengkulu yang sangat luar biasa ini. Tentu kita mendukung, mulai dari langkah yang terstruktur, sistematis, masif hingga upaya lainnya. Nantinya semua lini yang berada di kampus akan dilibatkan. Seperti mahasiswa KKN, dosen terkait pengabdiannya di masyarakat serta kita akan memanfaatkan betul gerakan merdeka belajar merdeka sampah,” ujar Ridwan.

Ridwan mengungkapakan pihak Unib siap membantu menyukseskan program Pemkot persoalan sampah ini.

“Dari kampus kita akan mempersiapkan semua sumber daya yang ada. Kalau Kota Surabaya kan butuh 20-30 tahun untuk menanggulangi sampah dan menjadikan kota bersih. Di Kota Bengkulu, Insya allah kalau semua bergerak dan melaksanakan rencana ini mudah-mudahan 5-10 tahun ke depan kita dapat melihat hasilnya dan Kota Bengkulu menjadi bersih dan indah. Yang penting ialah semua harus dimulai sejak saat ini,” tutup Ridwan.

2

Sementara itu dalam kunjungan sehari sebelumnya, Rabu (20/1) di Unived wawali juga membahas sinergitas Pemkot dan Unived dalam menanggulangi permasalahan sampah di Kota Bengkulu. 

“Kami ingin mengajak pihak unived untuk sama-sama kita berkolaborasi untuk mengolah sampah. Nanti akan ada perjanjian kerjasama antara pemkot dengan unived yang akan langsung ditandatangani walikota. Nanti ada pertemuan berikutnya. Intinya kita minta mahasiswa ikut serta membantu pemerintah utk mengelola sampah,” jelas Dedy.

Menurut Dedy, dibutuhkan peran mahasiswa untuk menyadarkan masyarakat yang masih cenderung menyepelekan persoalan sampah. Contohnya masih membuang sampah sembarangan.

“Karena masih kurang kesadaran masyarakat. Mahasiswa bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat, mengubah kebiasaan masyarakat. Memang butuh waktu yang cukup panjang untuk mengubah prilaku masyarakat,” kata Dedy.

Rektor Universitas Dehasen (Unived) Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M menyambut baik inisiasi dari pihak Pemkot Bengkulu.

“Unived ini kan bukan hanya punya tanggungjawab akademik saja tapi juga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Intinya kami menyambut baik apa yang diinisiasikan oleh wawali terkait dengan sampah. Ini tugas kita bersama semoga kerjasama itu nanti akan berjalan dengan baik,” demikian Kamaludin.(Red)

Dibaca 1 kali

Facebook comments