Skip to main content

TMMD Ke 105, Mewujudkan Kebersamaan Untuk Masyarakat

TMMD  Ke 105, Mewujudkan Kebersamaan Untuk Masyarakat
TMMD Ke 105, Mewujudkan Kebersamaan Untuk Masyarakat


Bengkulu - Bertempat di Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu telah dilakuakan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105, Kamis (11/7).

Dalam pembukaan program TMMD ke 105 tersebut, dihadiri tamu undangan dari tokoh masyarakat, kepolisan dan Pemerintahan Kota (Pemkot) yang diwakili Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Drs Muhammad Husni, M.Si, sekaligus menjadi inspektur upacara pembukaan. 

Pemerintah Kota Bengkulu yang diwakili Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Drs Muhammad Husni, M.Si melakukan penyematan tali pita penyerahan alat kerja kepada TNI, Polri dan Masyarakat.

Usai melaksanakan upacara, rombongan langsung meninjau lokasi pembangunan jalan yang akan dibuka dan pembuatan jembatan penghubung dua kelurahan yakni Kelurahan Sumber Jaya dan Kelurahan Padang Serai di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

"Merupakan sinergitas  antara TNI dengan Pemerintah Kota Bengkulu, tentu dengan adanya program TMMD ini akses jalan yang belum tembus selama  ini, dengan  waktu  yang sangat  singkat  serta  sentral  produksi  pertanian  akan lancar. Ini adalah  terobosan pertama oleh Kodim dan Pemda kota akan melanjutkan,  nanti akan kita bahas secara  teknis dengan Dinas PUPR Kota Bengkulu," Terang Muhammad Husni.

Ditambahkan Kodim Kolonel Arm Yose Rizal Sa’at, M.P.I.C,  pelaksanaan TMMD akan berlangsung dari tanggal  11 Juli 2019 sampai 8 Agustus  2019.

"Untuk pekerjaan kurang lebih memakan waktu selama 30 hari, dengan waktu itu akan selesai pada saat penutupan TMMD nanti melibatkan 150 personil dari TNI," pungkas Yose.

Disampaikan Yose, program TMMD tidak hanya program fisik saja yang meliputi pembuatan jalan, jembatan, gorong-gorong dan rehab masjid. Namun ada juga kegiatan nonfisik diantaranya penyuluhan kebangsaan, pertanian dan tentang radikalisme. Semua akan rampung tengang waktu selama 30 hari," jelasnya.

Yose menambahkan, tantangan program tersebut diantaranya adalah rawa-rawa di kawasan sekitar pembangunan, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Bengkulu, hal itu agar ketahanan badan jalan akan awet.

"Mengharapkan dengan kerja bersama-sama masyarakat,  bisa membangun wilayah  sendiri  jadi rasa memiliki itu tinggi. Dan Kita mengajak masyarakat bergotong  royong dan tetap membudayakan  gotong royong karena  kita orang Indonesia," harapannya. (Rori)

Dibaca 1 kali

Facebook comments