Skip to main content

Sepuluh Daerah di Bengkulu Diprediksi Terjadi Fenomena Hari Tanpa Bayangan 

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BENGKULU - Forcaster Stasiun Meteorologi Kelas III Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG), Fatmawati-Soekarno Bengkulu, memprediksi provinsi Bengkulu akan mengalami fenomena Hari Tanpa Bayangan. 

Fenomena tersebut diperkirakan terjadi di 10 kabupaten dan Kota di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'', pada hari dan waktu yang berbeda. Hal ini disampaikan Forcaster On Duty, Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Fatmawati-Soekarno Bengkulu, Anjasman. 

Anjasman mengatakan, kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomena itu disebut sebagai kulminasi utama. 

Akibat fenomena ini, sampai Anjasman,  bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Sehingga saat terjadinya kulminasi utama dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

''Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit,'' kata Anjasman, saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2020). 

Hari tanpa bayangan di Bengkulu, jelas Anjasman, merupakan fenomena biasa. Di mana dalam satu tahun terjadi dua kali. Selain itu, setiap daerah terjadi pada waktu dan hari yang berbeda. 

Fenomena hari tanpa bayang di provinsi yang dihuni tidak kurang dari 1,9 juta ini, sampai Anjasman, di mulai pada Minggu, 8 Maret hingga Sabtu, 14 Maret 2020. Rinciannya, di Bintuhan, Kabupaten Kaur, pada Minggu 8 Maret, pada pukul 12.17 WIB. 

Lalu, di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Senin 9 Maret, pukul 12.18 WIB, di Tais, Kabupaten Seluma, Selasa 10 Maret, pukul 12.19 WIB, Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa 10 Maret, pukul 12.20 WIB. 

Kemudian, Kota Bengkulu terjadi pada Selasa 10 Maret, pukul 12.21 WIB, di Kepahiang, Rabu 11 Maret, pukul 12.19 WIB, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Rabu 11 Maret, pukul 12.19 WIB.

Selanjutnya, Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu 11 Maret, pukul 12.21 WIB, Muara Aman, Kabupaten Lebong, Kamis 12 Maret, pukul 12.20 WIB, dan Kabupaten Mukomuko, Sabtu 14 Maret, pukul 12.24 WIB. 

''Ini fenomena biasa. Setiap daerah fenomena ini terjadi pada waktu yang beda-beda,'' pungkas Anjasman. (Red)
 

Dibaca 10 kali

Facebook comments