Skip to main content

Sengketa Lahan Rumah Sakit, Memanas

Rapat di salah satu ruang Setdaprov Bengkulu, kantor Gubernur, Jumat (1/11/2019). Foto Tova
Rapat di salah satu ruang Setdaprov Bengkulu, kantor Gubernur, Jumat (1/11/2019). Foto Tova

BENGKULU - Sengketa lahan rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten Rejang Lebong provinsi Bengkulu, kembali memanas? Di mana pembangunan RSUD tersebut berada di perbatasan antar dua kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. 

Sengketa lahan tersebut pun dibahas secara bersama, dengan menghadiri dua asisten I, sekretariat daerah kabupaten (setdakab) Rejang Lebong dan Kepahiang di sekretariat daerah provinsi (Setdaprov) Bengkulu.

Namun, dari pertemuan musyawarah mufakkat dua belah pihak yang ditengahi Asisten I Setdaprov Bengkulu, Hamka Sabri, pada Jumat (1/11/2019), belum menemukan titik terang. 

Pertemuan ini, kata Hamka, merupakan hasil tindak lanjut dari pemanggilan Biro Pemerintahan provinsi Bengkulu oleh Kemendagri, pekan lalu untuk kembali mempertemukan kedua belah pihak.

''Jadi, ini tindak lanjut yang kami lakukan atas perintah dari Kemendagri untuk tetap menyelesaikan permasalahan tapal batas antara Kepahiang dan Rejang Lebong,'' kata Hamka, usai memimpin rapat di salah satu ruang, Setdaprov Bengkulu, kantor Gubernur, Jumat (1/11/2019).
 
Sebenarnya, sampai Hamka, sudah ada titik koordinat yang ditentukan pada rapat terakhir. Namun, saat diserahkan ke kabupaten, hasil tersebut belum di terima Bupati Kepahiang.

''Usai penyampaian itu-lah Biro pemerintahan di panggil. Kemudian, untuk melaksanakan pertemuan kembali dengan berlandaskan Permendagri yang berlaku," jelas Hamka.

Kedua belah pihak, tegas Hamka, akan diberi waktu hingga dua minggu untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Selanjutnya, keduanya akan di panggil kembali untuk memaparkan hasil dari musyawarah di tingkat kabupaten. 

''Jika dalam pertemuan kedua masih belum juga di terima kesepakatan, maka  akan dilaksanakan pertemuan ketiga yang akan mengundang pihak Kemendagri,'' tutup Hamka. (tv)
 

Dibaca 1 kali

Facebook comments