Skip to main content

''Saya Bukan Tokoh Terkenal, Masa Jadi Sasaran Ledakan''

Kepala Desa Padang Serunaian, menunjukkan tempat ledakan. Foto Viral Publik
Kepala Desa Padang Serunaian, menunjukkan tempat ledakan. Foto Viral Publik

SELUMA - Paska ledakan di Desa Padang Serunaian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Sabtu (11/1/2020), sekira pukul 06.41 WIB, kondisi kesehatan, Halidin (60), korban ledakan mulai membaik dan stabil.

Di mana korban masih mendapatkan perawatan medis di ruang Tulip 5, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Jika tidak ada aral melintang korban akan pulang ke rumahnya, Selasa 14 Januari 2020. 

''Sebenarnya kondisi bapak sudah boleh pulang. Namun, untuk kepentingan penyidikan bapak masih berada di rumah sakit. Kondisinya sudah stabil,'' kata anak Halidin, satria Utama (31), Senin (13/1/2020). 

Dalam peristiwa itu, Kepala Desa Padang Serunaian ini, orangtuanya mengalami luka di bagian kaki kiri dan kanan serta luka di bagian bawah mata sebelah kanan. Luka tersebut, terang Satria, telah diobati tim medis di Rumah Sakit. 

''Ada luka di bagian kaki dan di bawah mata sebelah kanan,'' terang Satria.

Satria mengatakan, dirinya tidak habis pikir kejadian yang menimpa keluarganya yang berakibat melukai orangtuanya. Sebab, dia buka aktivis atau tokoh terkenal. 

''Saya ini hanya orang biasa, bukan pejabat bukan tokoh terkenal, bukan juga aktivis. Saya hanya kades terpilih. Masa menjadi sasaran ledakan,'' sampai Satria. 

Pria kelahiran 31 tahun itu juga menyampaikan, saat kejadian suara ledakan yang terjadi juga terdengar cukup kencang. Sehingga masyarakat di desanya mendengar dengan jelas suara ledakan tersebut. 

''Suara ledakan terdengar seluruh desa,'' pungkas Satria.

Sebagaimana diketahui, ledakan di Desa Padang Serunaian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, terjadi pada, Sabtu 11 Januari 2020, sekira pukul 06.41 WIB. 

Ledakan tersebut merupakan ledakan berdaya ledak rendah atau low explosive. Di mana dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban hanya mengalami luka di bagian kaki dan luka di bagian bawah mata sebelah kanan. Selain itu, di tempat ledakan tidak ada merusak bangunan yang ada sekitar lokasi.

Diketahui ledakan tersebut menyerupai bom rakitan. Dalam peristiwa itu korban Halidin (60), sempat di rawat di puskesmas di daerah setempat. Beberapa jam kemudian, korban di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Dalam kejadian itu, aparat kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi. Baik perangkat desa maupun mantan kepala desa setempat. Selain itu, tim Labfor Polda Sumatera Selatan, telah turun ke lokasi kejadian guna menyelidiki jenis bom yang meledak.(No) 

Dibaca 1 kali

Facebook comments