Skip to main content

Polres Kaur Amankan Ratusan Botol Miras

Barang Bukti Yang Diamankan
Barang Bukti Yang Diamankan

Bengkulu, Kaur - Anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kaur melaksanakan giat razia dalam rangka Ops Pekat Nala II 2018. Razia kali ini dengan sasaran Premanisme, Prostitusi atau Pornogarfi, Minuman Keras, Narkoba dan Penyakit Masyarakat lainnya di Desa Talang Tais Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur, Senin (3/11) malam. 

Ops Pekat Nala II tahun 2018 ini dipimpin  oleh Kasat Narkoba Polres Kaur Iptu Hasiholan Simanungkalit bersama anggota Polres Kaur dan di Backup 4 orang anggota Sat Res Narkoba Polres Kaur. 

Dalam operasi ini berhasil mengamankan minuman keras (Miras) sebanyak 105 botol berbagai merek, diantaranya miras merk Anggur Merah Cap Orang Tua 19 Botol, miras merk Newport 56 Botol, miras merk Bir Angker 21 Botol dan miras merk Mansion House 9 Botol. Ratusan botol miras tersebut berhasil didapat dari rumah milik GS (33) yang merupakan warga Desa Talang Tais Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur.

Selanjutnya, anggota melakukan pengecekan terhadap rumah milik Ap (33) warga Desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur, yang di duga juga menyimpan miras. Dalam pemeriksaannya,, anggota tidak menemukan adanya Miras. 

Kapolres Kaur AKBP Arif Hidayat melalui Kasat Narkoba Iptu Hasiholan Simanungkalit mengungkapkan, barang bukti miras yang berhasil disita dalam rangka Ops Pekat Nala 2018 tersebut telah di amankan di Polres Kaur. 

“Ketika anggota melakukan  pengecekan dirumah milik GS beliau sedang tidak ada di rumah, namun anggota tetap melakukan pengeledahan yang di dampingi Kades Talang Tais dan berhasil menyita kurang lebih 105 botol miras berbagai jenis, ungkap Kasat. 

Tambahnya, Kegiatan yang dilakukan ini selesai sekira pukul 12.00 WIB dan  semuanya berjalan dengan aman dan kondusif. 

Selain itu, Kasat juga menghimbau agar masyarakat dapat bekerjasama dengan anggota kepolisian dengan tidak menjual minuma keras. 

“Kita himbau agar masyarakat tidak lagi menjual minuman keras. sebab, minuman keras ini dapat berdampak kepada tindak kejahatan, akibat efek dari mengonsumsi minuman ini apapun bisa terjadi bagi pelaku untuk melakukan tindak kejahatan," terang kasat. (Rori Oktriyansyah) 

Dibaca 1 kali

Facebook comments