Skip to main content

Perkara Penjualan Aset Pemkot, Bakal Tersangka Bermunculan

Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan
Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan

Bengkulu - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu kembali memanggil sebanyak empat orang saksi terkait perkara dugaan penjualan aset tanah pemerintah kota Bengkulu seluas 62,9 hektar yang berlokasi di Keluarahan Bentiring, kecamatan Muara Bangkahulu, kota Bengkulu.  

Diketahui sebelumnya, tim penyidik  sudah menyeledah kantor lurah dan juga kantor Walikota Bengkulu. Selain itu, juga sudah menghadirkan saksi sebanyak 24 orang saksi dan sudah di mintai keterangan. 

Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan mengungkapkan, tim penyidik kembali melanjutkan pemiriksan keterangan saksi terkait dugaan penjualan aset tanah Pemkota selaras 62,9 Hektar.  

"Iya kita kembali melanjutkan pemeriksaan keterangan saksi, untuk hari ini tim penyidik memanggil 
4 orang saksi yang dihadirkan antara lain, Hayadi Mantan BPN Bengkulu, Dihwanto Mantan Camat Muarabangkahulu, H. Usman pemilik lahan, Ripai selaku penjual lahan," katanya, Senin (26/08).

Lanjutnya, sementara jaksa sedang dalam mengagendakan pemanggilan  mantan Wali Kota saat pelepasan aset tersebut.

"Untuk pemanggilan Kita sedang mengagendakan, dikarenkan mantan sedang diluar daerah dalam waktu dekat kita panggil," ungkap Kajari Benglulu.  

Sementara itu, Emilwan juga menyampaikan untuk bakal calon tersangka lebih dari satu (Berjamaah), dikerenakan dari berapa keterangan saksi cukup baik dan bisa disimpulkan.  

"Iya kurang lebih seperti itulah, nanti kita simpulkan," singkat Emilwan 

Lanjut Emilwan,  untuk perkara ini bukan sebentar, mulai pelepasan tanah pada tahun 1995 lalu, untuk itu pihaknya lebih hati.

"Untuk itu kita lebih hati-hati, mohon bersabar kita sedang mendalami untuk itu penyidik sedang berkerja keras mengumpulkan keterangan sak si, data informasi tersebut," pungkasnya. (Rori)

Dibaca 84 kali

Facebook comments