Skip to main content

Pemerintah Batasi dan Seleksi 500 Komoditas Impor untuk tidak Tertekannya Nilai Rupiah

Menteri Keuangan RI. Sri Mulyani Indrawati. (Foto:kompas.com/Andri Donnal Putera)
Menteri Keuangan RI. Sri Mulyani Indrawati. (Foto:kompas.com/Andri Donnal Putera)


Jakarta - Melihat kondisi ekonomi yang sedang tertekan saat ini, membuat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menyeleksi komoditas barang-barang impor. Sekitar ada 500 yang akan dibatasi oleh pemerintah untuk memulihkan situasi ekonomi.

Dilansir dari vivanews.com, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah baru akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk menyeleksi komoditas impor mana saja yang diseleksi.

"Nanti, kita umumkan PMK-nya besok sore, atau kamis," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Selasa (04/09).

Ini dilakukan, karena terkait semakin tertekannya nilai rupiah. Sementara itu, neraca perdagangan, juga tidak seimbang antara impor dan ekspor. Dengan dikeluarkannya PMK yang menyeleksi 500 komoditas impor, maka hal itu akan segera berlaku.

"Nanti, saya ada di DPR, PMK-nya nanti kita umumkan segera," jelasnya singkat.

Menururt Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, bahwa untuk impor di bulan Juli menyentuh US$18,27, naik 31,66 persen dibandingkan pada bulan Juli 2017, yang sebesar US$13,88 miliar atau naik 62,17 persen dari bulan Juni 2018.

Sedangkan nilai ekspor mencapai US$16,24 miliar, tumbuh 19,33 persen dibanding Juli 2017, yang hanya US$13,62 miliar dan naik 25,19 persen dibandingkan Juni 2018. Jika dikomulatifkan, neraca perdagangan dari Januari sampai dengan Juli 2018, mengalami defisit hingga US$3,09 miliar. (red)

Dibaca 12 kali

Facebook comments