Skip to main content

Nur Miftahudin Sang Pembudidaya Kurma Tropis di Bengkulu

M Nur Miftahuddin. Foto Viral Publik
M Nur Miftahuddin. Foto Viral Publik

KOTA BENGKULU - Masyarakat Indonesia, sudah tidak asing dengan buah kurma. Di mana negara dengan 34 provinsi ini dihuni penduduk muslim terbesar di dunia. Buah dengan rasa manis legit ini banyak dicari, terutama saat bulan ramadan. Di Bengkulu, misalnya. 

Namun, kedepannya di Indonesia dapat menjadi negara penghasil buah asal negeri Jazirah Arab, kurma tropis. Bagaimana tidak? Perkebunan kurma tropis mulai tumbuh subur. Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Nangroe Aceh Daarussalam, contohnya. 

Begitu juga di provinsi berjuluk 'Bumi Rafflesia'. Di provinsi yang dihuni tidak kurang 1,9 juta ini, mulai membudidayakan kurma tropis, sejak 2 tahun 6 bulan lalu. Pertengahan 2017, kira-kira. 

Budidaya buah dengan nama latin 'Phoenix dactylifera' dikembangkan di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Takjil yang dijadikan untuk menu buka puasa ini ditanam diatas lahan 2 Hektare (Ha). 

Buah dengan rasa manis legit ini dikembangkan, M Nur Miftahuddin. Di tangan penggiat Kurma Bengkulu ini, 480 pohon kurma tubuh subur di atas lahan seluas 3 Ha. Di mana di lahan itu telah ditanam 8 varietas. 

Seperti, Barhe Thailand, H1 Thailand, K1 Thailand, Barhe Saudi, Medjol, Ajwal, Ajwal, Zahdi dan Deglet Noor (DN). Usianya, bervariasi. Mulai dari umur 6 bulan hingga 4 tahun. 

''Kurma yang ditanam 8 varietas. Umur kurma dari 6 bulan hingga 4 tahun. Diperkirakan akhir tahun ini pohon kurma sudah ada yang mulai berbuah ruthob atau kurma muda,'' kata Nur, Selasa 18 Februari 2020.

Pohon Kurma
Pohon Kurma 

Kurma Mulai Berbuah Ruthob
Budidaya kurma di negara tropis ini memiliki tantangan. Perbedaan iklim, contohnya. Hal tersebut dijadikan sosok Nur Miftahuddin, sebagai motivasi. Bagaimana kurma tropis bisa tumbuh subur di daerah Bengkulu. Terbukti, ratusan pohon kurma tumbuh subur.

Budidaya kurma tidak hanya sebatas 3 Ha. Melainkan 5 Ha, di lokasi yang sama. Di mana lahan budidaya tersebut telah disiapkan seluas 2 Ha. Berikut bibit kurma dengan 8 varietas, yang telah siap tanam di areal lahan. 

Dalam budidaya kurma. Tidak membutuhkan perawatan khusus. Kurma hanya butuh cukup air. Lalu, Suhu kelembaban, PH tanah dan pupuk organik. Alhasil di tanah 'Bumi Rafflesia', bisa tumbuh subur. Tak kalah dengan negeri Jazirah Arab. 
 
''Luas lahan yang akan ditaman seluas 5 Ha, 3 ha sudah ditanam 2 Ha dalam proses penananam. Budidaya kurma di Bengkulu, adalah tantangan bagi saya,'' kata Nur. 

Bibit yang berasal dari negara Thailand itu, kata Nur, per Ha ditanam 160 pohon dengan jarak tanam 8x8 meter. Di atas lahan itu terdapat 100 pohon kurma yang telah berumur 2 tahun 6 bulan.

Memasuki umur 3 tahun atau 6 bulan kedepan, 100 pohon kurma berumur 2,5 tahun diperkirakan sudah mengeluarkan kelopak mayang kurma atau bunga kurma. Selanjutnya, muncul ruthob atau ruthab atau kurma muda. 

''Semoga tahun ini, kurma sudah mulai berbuah ruthob,'' sampai Nur. 

Pembibitan Kurma
Pembibitan Kurma

Objek Wisata Edukasi Kebun Kurma  
Kebun kurma seluas 5 Ha itu akan dijadikan objek wisata kebun Edukasi Bumi Rafflesia. Di mana pengunjung dapat memetik buah kurma secara langsung di lokasi kebun. Bahkan, buah kurma itu akan dipatenkan. Kurma Rafflesia, namanya. 

Edukasi tersebut tidak lain untuk memberikan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat Kota Bengkulu, umumnya dan masyarakat di seluruh penjuru Bengkulu, khususnya.  

Bahkan, masyarakat Bengkulu tidak perlu lagi ke Arab Saudi, untuk melihat secara langsung pohon kurma. Sebab, di areal kebun tersebut terdapat 8 varietas kurma yang beragam.

''Kebun ini akan dijadikan objek wisata edukasi,'' jelas Nur. 

Selain itu, Kota Bengkulu. Kebun kurma juga akan budidayakan di Kabupaten Bengkulu Utara. Di Desa Fajar Baru Kecamatan Ketahun, persisnya. Kurma itu direncanakan ditanam di atas lahan seluas sekira 1,5 Ha, milik Nur. 

Bibit yang ditanam, sampai Nur, H1 Thailand dan K1 Thailand. Saat ini proses penanaman di areal kebun miliknya sudah mulai berangsur dikerjakan. Kebun tersebut, terang Nur, juga akan dijadikan objek wisata edukasi bagi masyarakat. 

''Kebun kurma di Bengkulu Utara sedang dalam proses penanaman,'' jelas Nur. 

Bibit Kurma
Bibit Kurma

Bagi-bagi Bibit Kurma di Seluruh Indonesia
Selain menanam kurma diatas lahan seluas 1,5 Ha. Nur juga membagi-bagikan bibit secara cuma-cuma kepada masyarakakt didua desa di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara. Di mana bibit yang diberikan per kepala keluarga (KK), 4 batang bibit. 

Bibit yang dibagikan satu desa itu mencapai 3200 bibit. Dengan jumlah KK per desa tidak kurang dari 800 KK. Pembagian bibit kurma itu tidak lain untuk mengajak masyarakat membudidaya kurma. 

''Sebagian bibit sudah dibagikan kepada masyarakat dua desa di Kecamatan Ketahun,'' sampai Nur. 

Tidak hanya di daerah Bengkulu Utara, kata Nur, pembagian bibit kurma dengan 8 varietas juga dibagikan kepada masyarakat di Indonesia, yang tersebar di 5 pulau. Mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. 

Bibit biji kurma tersebut berasal dari Kota Bengkulu. Per daerah mendapatkan 1 paket yang berisi 22 biji kurma, 8 variestas.  

''Bibit berupa biji kurma itu juga saya bagikan ke masyarakat di Indonesia secara gratis. Tidak kurang dari 500 paket sudah dibagikan,'' imbuh Nur. 

Pohon Kurma
Pohon Kurma

Satu Pohon Kurma Menghasilkan Ratusan Juta
Buah yang identik dengan oleh-oleh ketika pulang dari umroh dan naik haji ini memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Di mana dalam satu pohon kurma akan mengeluarkan 22 tandan kurma. Satu tandan mencapai 38 kilogram (Kg). 

Puluhan Kg buah kurma itu untuk pohon kurma berumur 10 tahun. Sementara untuk kurma berumur 3 hingga 4 tahun menghasilkan 10 hingga 15 tandan. Per tandan kurma berumur itu menghasilkan buah 10 - 15 kg. 

Nilai jual buah kurma pun cukup tinggi. Di mana per kilo mencapai Rp300 ribu. Jika per tandan pohon terdapat 10 tandan maka penghasilan satu pohon tidak kurang 100 kg kurma. Sehingga per pohon menghasilkan Rp300 juta. 

''Nilai ekonomis pohon kurma juga cukup menjanjikan. satu pohon kurma bisa menhasilkan ratusan juta,'' ujar Nur. 

Pembibitan Kurma
Pembibitan Kurma

Bengkulu Sebagai Tempat Edukasi Kebun Kurma
Budidaya kurma, berawal dari mimpi M Nur Miftahuddin, yang ingin menjadi Bengkulu, sebagai provinsi penghasil kurma di Indonesia. Selain itu, motivasi dari Pioneer Kolat Samlek Juan asal Thailand.

KOlat merupakan penemu kurma KL1 Thailand Maejo36, yang merupakan hasil persilangan Barhe Saudi dan Deglet Noor (DN). Di Thailand, kurma tumbuh subur. Di mana Thailand  menjadi pioneer budidaya kurma tropis di Asia Tenggara, bahkan dunia.

Melihat hal tersebut, Nur pun mulai tergerak untuk menanam kurma di atas lahan seluas 5 Ha, yang sebelumnya lahan tersebut merupakan areal perkebunan Tandan Buah Segar (TBS) atau sawit. 

Nur mulanya belajar secara otodidak, sekira tahun 2017. Belajar tentang Kurma agar bisa tumbuh subur di tanah Bengkulu. Sehingga mulai mempelajari PH Tanah, kelembaban, serta suhu di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''.

Perlahan tapi pasti, Nur mulai melakukan pembibitan kurma. Di mana bibit itu diperoleh Nur dari Thailand. Pada tahun 2018, Nur mulai belajar secara langsung ke Thailand. Caranya mendatangkan langsung kebun milik Kolat. 

Di Thailand, Nur belajar secara keseluruhan. Tidak ingin sia-sia belajar di Thailand, Nur pun meminta 'resep' agar kurma bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah segar sepanjang tahun. 

Tidak hanya di Kebun Kolat. Nur, juga belajar di kebun milik Mr. Heng, asal Thailand. Di mana Mr Heng, menanam kurma diatas lahan 2 Ha, dengan jarak tanam2x2 meter. Mr. Heng pun telah berhasil dalam budidaya kurma. 

''Lahan yang ditanam ini bekas kebun sawit. Sekarang sudah menjadi kebun kurma. Saya belajar dari Thailand. Di sana kurma tumbuh subur,'' jelas Nur. 

Budidaya kurma di Bengkulu, kata Nur, menjadikan tantangan. Sebab, bagi Nur bagaimana cara kurma dapat tumbuh subur. Hal tersebut tentu musti adanya pembelajaran dari negara tetangga dan provinsi di Indonesia yang sudah mulai membudidaya kurma.

''Saya juga sempat belajar di Pasuruan, Jawa Timur. Di sana pada tahun 2020 sudah panen 2 kali. Yakni, bulan Januari dan akhir Februari nanti,'' sampai Nur.  

Kedepannya, lanjut Nur, Bengkulu juga akan menjadi provinsi tempat belajar budidaya kurma di Indonesia. Terutama masyarakat di provinsi yang dihuni tidak kurang dari 1,9 juta ini. 

''Saya hanya ingin menjadikan Bengkulu, sebagai tempat edukasi kebun kurma. Kebun seluas 5 Ha yang ada ini nanti dapat dinikmati seluruh masyarakat,'' pungkas Nur.(Red)  
 

Dibaca 634 kali

Facebook comments