Skip to main content

Kurang Kesadaran Dengan Obat dan Makanan, BPOM Laksanakan KIE

Kurang Kesadaran Dengan Obat dan Makanan, BPOM Laksanakan KIE
Kurang Kesadaran Dengan Obat dan Makanan, BPOM Laksanakan KIE

Bengkulu - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu membuka Kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Bulan Keamanan Pangan di Bulan Pancasila bersama generasi Melenial, yang bertempat di Bencoolen Hotspot, Ex Wetert Boom Bencoolen Mall, Minggu (30/6) Malam.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Syafruddin mengatakan, tujuan kegiatan ini ialah guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi bahaya dalam makanan dan obat-obatan yang beredar di pasaran.

''Persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh suatu produk adalah dari segi keamanan, mutu dan kemanfaatan. Pengawasan yang dilakukan oleh BPOM bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat dan pangan yang berisiko terhadap kesehatan," katanya.

Terang Syafruddin, adapun beberapa masalah yang berkaitan dengan keamanan produksi makanan diantaranya, masih ditemukannya produk makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, masih banyaknya terjadi kasus keracunan karena makanan yang sebagian besar belum dilaporkan dan diidentifikasi penyebabnya.

"Rendahnya pengetahuan keterampilan dan tanggung jawab produsen makanan tentang mutu dan keamanan pangan, terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga, serta masih rendahnya kepedulian konsumen tentang mutu dan keamanan terutama karena terbatasnya pengetahuan dan rendahnya kemampuan daya beli untuk produk pangan bermutu dan tingkat keamanannya tinggi," terangnya.

Disamping keamanan produk makanan, tambahnya,  perlu juga kita awasi dan kendalikan adalah peredaran dan penggunaan bahan berbahaya lainnya seperti, bahan kimia berbahaya yang sering salah penggunaannya terutama dalam pangan yaitu boraks, formalin, rodamin B dan metanil yellow.

"Bulan keamanan pangan ini, diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif bagi pelaku usaha pangan dan masyarakat agar  pemahaman keamanan pangan lebih mendalam. Sehingga praktik keamanan pangan yang baik dapat  konsisten diterapkan mulai dari tingkat individu hingga industri untuk menjamin tersedianya pangan yang aman, bermutu dan bergizi di Indonesia," tuturnya.  (Tv)

Dibaca 2 kali

Facebook comments