Skip to main content

Kemnaker Adakan Bimbingan, Salah Satu Langkah Perluas Lapangan Pekerjaan

Photo Bersama Saat Usai Bimbingan
Photo Bersama Saat Usai Bimbingan


Lembang - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang menyelenggarakan Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwall Digital Printing Tahun Anggaran (TA) 2018, di kantor BBPPK dan PKK Lembang, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat (Jabar), Jumat (5/10).  Acara tersebut yang berlangsung 3 – 5 Oktober 2018, yang ditutup oleh Kepala BBPPK dan PKK Lembang Nana Mulyana.

Kegiatan Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwall Digital Printing Tahun Anggaran (TA) 2018 diikuti oleh 100 orang dari lembaga swasta mitra pemerintah, yang terdiri 50 orang bidang operator dan 50 orang bidang manager, se - Indonesia.

Kepala BBPPK dan PKK Lembang Nana Mulyana mengatakan, bimbingan ini baru pertama kali diadakan oleh BBPPK dan PKK Lembang, untuk pengembangan pasar dan perluasan kesempatan kerja bidang digital printing.

 

Photo Bersama Saat Usai Bimbingan
Photo Bersama Usai Di buka Acara Secara Resmi
 

“Tujuan Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwall Digital Printing ini untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berwirausaha melalui usaha Digital Printing ini.  Untuk operator, dibimbing bagaimana bisa mengetahui proses desain pencetakan gambar/citra dari tahap awal sampai tahap terakhir melalui digital printing seperti striker, banner, spanduk dan lainnya,” terang Nana.

Sedangkan bimbangan kepada manager ini lanjutnya, dibimbing bagaimana manager digital printing itu bisa membaca keinginan/kemauan pasar, berkaitan dengan trend kartu nama, pamflet, brosur, poster, spanduk dan media lainnya, lalu dari keinginan pasar tersebut diterjemahkan oleh operator dengan mendesain melalui digital printing.

Menurut Nana, seorang manager Digital Printing harus mempunyai jiwa wirausaha yang kuat. "Kalau tidak punya semangat jadi wirausaha, jangan jadi wirausaha, karena seorang wirausaha harus mempunyai kreasi, inovasi, dan mampu berkompetisi," terang Nana.

Photo Bersama Saat Usai Bimbingan
Para Peserta Manager melakukan kunjungan ke industri untuk studi banding
 

Ita Yunita (33 thn) salah satu peserta Bimbingan Operator Inkubasi Bisnis Outwall Digital Printing dari Yayasan Pijar Qalisya (Bengkulu) ini menuturkan, ia senang bisa mengikuti bimbingan tersebut, yang difokuskan untuk managerial Digital Printing.

"Hari pertama kami melakukan kunjungan ke industri untuk studi banding, terus kami dilatih untuk bisa menjalankan bisnis ini, termasuk mengenai pemasaran produk," ucap Ita.

Begitu pun dengam Fery Hermawan asal Cimahi dari Yayasan Pionir Indonesia, yang diberikan kesempatan untuk mengikuti bimbingan tersebut di bidang operator Digital Printing.

Fery mengatakan, dalam bimbingan itu, ia menerima materi, dari mulai mesin Digital Printing yang belum terpasang, materi perakitan, sampai dengan proses cetak digital printing.

"Dengan bimbingan ini, kami punya harapan dan peluang bisnis baru untuk masa depan," ujarnya. (Vikri/Rilis)

Dibaca 50 kali

Facebook comments