Skip to main content

Kejati Bengkulu Usut Proyek Pemecah Ombak di Mukomuko

Asisten pidana khusus(Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan
Asisten pidana khusus(Aspidsus) Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan

Bengkulu - Kejaksaan tinggi (Kejati) Bengkulu melalui asisten tindak pindana korupsi khusus (aspidsus) menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan pembangunan pemecah gelombang  pantai di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. 

Asisten pidana khusus(Aspidsus)
Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan
Menerangkan, proyek pengerjaan pembangunan pengaman abrasi pantai (pemecah gelombang) di Kabupaten Mukomuko di mulai tahun 2017 sampai 2018 tahun oleh Kementerian PUPR bidang Sumber daya Air dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 90 miliar terkontrak 87 miliar dengan PT Berantas Adi Praya yang merupakan anak dari BUMN dan diduga pengerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi.

"Kemudian setelah melakukan penyelidikan bidang intelijen diturunkan, ditemukan ada indikasi kerugian negara dan diduga telah terjadi tindak pidana korupsi pada proyek tersebut. Kemudian kita belum lagi menguji secara langsung batu-batu untuk penyangga abrasi pantai itu apakah sesuai dengan spesifikasi," terang Henri Nainggolan, Kamis (29/8).
 
Henri juga menyampaikan perkara tersebut akan dinaikan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

"Dalam waktu dekat, kita tingkatkan
ke penyidikan," sampaimya .

Lanjut Henri Nainggolan mengatakan, karena dana yang digunakan bersumber dari APBN penyidik akan menelusuri lebih dalam lagi siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kita selidiki lebih lebih dalam lagi kemana arahnya, kita buatkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," ucap Nainggolan.

Dikatakan kembali, untuk keterlibatan pejabat daerah sedang mendalami lagi, untuk mengetahui pada saat pelaksanaannya ada keterlibatan pihak pemerintah setempat atau tidak.

"Setahu kita, Proyek APBN ini pihak dari balai langsung ambil alih," pungkasnya. (Rori)

Dibaca 1 kali

Facebook comments