Skip to main content

Kejati Bengkulu Naikan Status Korupsi Proyek Irigasi Di Lebong Ke Penyidikan

Peninjauan Lokasi Oleh Tim
Peninjauan Langsung Oleh Tim

Bengkulu - Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu bidang Pidana Kusus (Pidsus) sedang mendalami  kasus dugaan korupsi Peningkatan Jaringan Irigasi Air Cendem Bawah Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong, yang diduga mengunakan anggaran  pendapatan belanja daerah (APBD) sebesar 2,9 M tahun 2018. Dalam pendalaman kasus ini,  akhirnya tim meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Kajati Bengkulu Amandra Syah Arwan melalui asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Henri Nainggolan menerangakan, kasus irigasi di Kabupaten Lebong yang sudah naik penyidikan, kasus tersebut murni menggunakan anggaran APBD Lebong tahun 2018 sebesar 2,9 miliar dan tim Pidsus Kejati juga sudah turun meninjau lokasi dan melihat keadaan yang sebenarnya.

Lanjutnya, terkait kasus proyek tersebut tim sudah mengumpulkan berapa keterangan saksi, baik dari pihak kontraktor selaku pihak ketiga.

Diketahui, proyek peningkatan irigasi tersebut dikerjakan oleh PT Valse Citra Mandiri dan merupakan paket pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong.

“Setelah melakukan peninjauan dan saat itu tim membawa ahli, dan ditemukan perbutan-perbuatan curang serta indikasi korupsi atau penyelewengan dari proyek tersebut,” ungkap Nainggolan, Rabu (28/08).

Diterangkan Nainggolan, dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan tersangka dalam perkara tersebut, usai penyidikan dan pendalaman yang dilakukan. 

“Proyek ini dilihat secara kasat mata jalur pembuangannya tidak jelas, dan membuat banjir di bagian ujung irigasi tersebut. Volume pengerjaannya belum kita hitung mendetail apakah sesuai di kontrak atau tidak,” terang Nainggolan .

Tambah Nainggolan, sambil mendalami kasus ini agar lebih terang, pihaknya akan meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu untuk melakukan audit agar diketahui estimasi kerugian yang dialami negara.

"Biar lebih akurat dan simpel  Perhitungannya kita meminta  pihak BPKP," pungkas Nainggolan.  (Rori)

Dibaca 3 kali

Facebook comments