Skip to main content

Kasus Pembuatan Vidio "Mesum" Dilimpahkan Ke JPU

Photo Ilustrasi, Sumber : Google
Photo Ilustrasi, Sumber : Google

Bengkulu - Penanganan kasus dugaan pembuat Vidio Syur (Porno) terhadap anak dibawah umur, yang dilakukan oleh Siswa SMA (17) dengan kekasihnya yang juga masih dibawah umur (16), dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri. 

Kasus tersebut sempat beredar di media sosial, dan juga ada dugaan pengancaman dan pemeresaan dengan cara meminta sejumlah uang  dengan korban. Jika kalau tidak dipenuhi permintaannya tersebut, vidionya akan disebar ke media sosial (Medsos).

Mengetahui hal tersebut bahawa anaknya memjadi korban pengancaman dan pemerasan, kedua orang tua korban melaporkan ke kepolisan daerah (Polda) Bengkulu.

Kasi penerangan hukum (Penkum) Kejati Bengkulu Marthin Luther mengatakan, hari ini Selasa (2/7) berkas perkara pelaku telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

"Benar kami sudah limpahkan berkasnya ke pengadilan," terangnya.

Pihak Kejati Bengkulu juga telah menetapkan empat orang jaksa penuntut umum (JPU) untuk menangani perkara ini. Satu diantara empat JPU tersebut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma.

Pelaku pencabulan ini didakwa dangan dua pasal berlapis. Pertama, terdakwa telah melanggar pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pelaku juga didakwa dengan pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76e UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Untuk pelaku dengan ancaman pidananya minimal 5 tahun penjara tetapi karena ini anak dibawah umur mungkin jadi setengahnya," pungkas.

Marthin menyebutkan dakwaan yang dilayangkan JPU ini sama dengan pasal yang digunakan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bengkulu untuk menjerat pelaku.

Kata Marthin, terdakwa BP tidak dijerat dengan UU ITE karena perbuatannya membuat vidio asusila, yang kemudian tersebar di media sosial dengan pertimbangan BP masih dibawah umur.

"Yang bersangkutan tidak kita gunakan UU ITE karena masih anak-anak. Dari awal sudah dikenakan pasal pencabulan," jelasnya.

Marthin menambahkan, pihaknya juga menolak penangguhan penahanan yang diajukan penasehat hukum pelaku. 

Untuk saat ini, pelaku ditahan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Bengkulu.

"Mengingat perkara pencabulan ini melibatkan anak dibawah umur, persidangan di Pengadilan Negeri  Bengkulu pun akan dijalani secara tertutup," tutup. (Rori)

Dibaca 1 kali

Facebook comments