Skip to main content

Ini Ketahanan Pangan Sektor Pertanian di Era Pandemi Covid-19

panen padi
Tiga orang petani mengangkat hasil panen padi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (11/6)

Bengkulu – Pandemi Covid-19 di Indonesia sangat menekan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menimbulkan dampak pada sektor pertanian terutama sub sektor tanaman pangan dan terkhususnya di Kota Bengkulu. Padahal tanaman pangan merupakan kebutuhan prioritas yang harus dipenuhi bagi seluruh masyarakat sehingga kegiatan produksi dapat ditingkatkan untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas pangan.

Maka dari itu, salah satu upayanya ialah meningkatkan penggunaan sarana produksi berupa benh varietas unggul dan pupuk. Tetapi, penggunaan benih varietas unggul dan pupuk yang sesuai anjuran diperlukan anggaran yang cukup besar. Dikarenakan keterbatasan anggaran pada masa pandemi, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Jumat (11/6) mengajukan bantuan benih padi dan jagung serta pupuk ke Direktorat Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI.

Berikut benih yang diajukan oleh Dispangtan ke Direktorat Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI :
1. Benih padi varietas inpari 42 sebanyak 15.525 untuk lahan sawah seluas 661 hektare
2. Benih jagung varietas bisi sebanyak 465 Kg untuk lahan seluas 31 hektare
3. Pupuk untuk jagung berupa NPK sebanyak 6.200 Kg dan pupuk organik hayati sebanyak 93 liter
4. Pupuk organik hayati untuk tanaman padi 2.112 liter

Dari daftar yang diajukan, Dispangtan membeberkan jumlah yang yang telah direalisasikan oleh Direktorat Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI.

“Yang terealiasi baru benih padi varietas inpari 42 sebanyak 5000 untuk 200 hektare dan telah dibagikan ke 15 kelompok tani di Kecamatan Singaran Pati dan Sungai Serut untuk bulan Juni-Juli. Semoganya sisanya bisa teralisasikan dengan cepat dan untuk kebutuhan pada bulan Juli-Agustus,” sampai Kepala Dispangtan Syahrul Tamzie, Jumat (11/6/2021).

Adanya bibit ini diharapkan dapat meningktakan produktivitas padi dari 4,2 ton ke 5 ton perhetare. Sedangkan jagung dari 4,6 kek 5 ton perhektare dan memenuhi kebutuhan beras dan jagung untuk masyarakat dengan harga terjangkau. (Rilis)
 

Dibaca 4 kali

Facebook comments