Skip to main content

Imigrasi Tunda 145 Penerbitan Paspor TKI Non Prosedural 

Press release kinerja kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, tahun 2019. Foto Viral Publik
Press release kinerja kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, tahun 2019. Foto Viral Publik

BENGKULU - Petugas Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumkam) Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu, Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bengkulu, menunda 145 penerbitan paspor, yang diduga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural. 

Ratusan penundaan penertiban paspor itu dilakukan dalam dua tahun terakhir. Rinciannya, pada tahun 2018, 62 orang dan 2019 sebanyak 83 orang. Penundaan tersebut dalam rangka mencegah korban penyelundupan dan perdagangan orang ke luar negeri. 

''Penundaan penerbitan paspor 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini salah satu upaya mencegah dugaan penyelundupan dan perdagangan orang yang disalurkan melalui calo,'' kata Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil KemenkumHAM Bengkulu, M. Adnan, saat Press release kinerja kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, tahun 2019.Kamis (2/2/2020). 

Pada tahun 2019, terang Adnan, pihaknya mendeportasi 11 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara. Mereka kembalikan ke negara asalnya karena berbagai pelanggaran.  

Belasan WNA yang dideportasi itu 1 orang dari Nepal, 6 China, 3 Jepang, dan 1 orang berasal dari Malaysia. 

Selain itu, kata Adnan, di Bengkulu tercatat 446 WNA pemegang ijin sementara, tinggal tetap 15 orang, WNA yang bekerja 408 orang dari 461 WNA, dan keluarga ijin tinggal 32 orang WNA. 

''WNA yang dideportasi karena berbagai pelanggaran,'' terang Adnan. 

Untuk mengawasi WNA, kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Samsu Rizal, pihaknya telah membentuk Tim Pengawasaan Orang Asing (Timpora) di 10 kabupaten/kota di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' ini. 

Di mana dari 129 kecamatan di Bengkulu, terang Samsu, Timpora sudah terbentuk di 83 kecamatan dengan persentase 81 persen. 

''Timpora sudah dibentuk di 83 kecamatan di Bengkulu,'' jelas Samsu. 

Saat ini, lanjut Samsu, Imigrasi Bengkulu juga melayani pembuatan paspor secara simpatik untuk penyandang disabilitas. Di mana petugas melakukan 'penjemputan bola' atau mendatangi rumah penyandang disabilitas.

''Kami berusaha untuk datang ke rumah penyandang disabilitas yang ingin membuat paspor. Ini pelayanan secara simpatik yang kami lakukan di Bengkulu,'' sampai Samsu. 

Sepanjang tiga tahun terakhir terhitung 2017-2019, Imigrasi telah menerbitkan paspor sebanyak 38.400 buku. Rinciannya, 2017 sebanyak 12.495 buku, 2018; 13.161 buku, dan 2019 sebanyak 12.744 buku. 

''Jumlah penerbitan buku paspor tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 3 persen dari tahun 2018,'' pungkas Samsu. (Red)

Dibaca 5 kali

Facebook comments