Skip to main content

Gunadi Yunir Minta Kemiskinan di Bengkulu Harus Ditangani Serius

legislator
Gunadi Yunir Minta Kemiskinan di Bengkulu Harus Ditangani Serius

Kota Bengkulu - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Gunadi Yunir meminta pemerintah Provinsi Bengkulu serius untuk menangani angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu yang terus bertambah. Mengingat kemiskinan jika tidak ditangani secara serius, akan semakin meningkat. Terlebih kurangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat Provinsi Bengkulu,

“Dimasa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat lebih banyak disuruh berdiam diri dirumah. sementara solusi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat tidak ada. Maka, Pemda dalam hal ini harus menciptakan peluang-peluang yang ada,” katanya pada Kamis, (18/2).

Selain itu Pemda hendaknya tidak hanya memberikan bantuan-bantuan saja terhadap masyarakat. Pasalnya jika sekedar bantuan-bantuan tidak menyelesaikan masalah. Padahal seharusnya Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Bengkulu harus lebih ditingkatkan, seperti halnya kelompok-kelompok kecil dimasyarakat harus diberdayakan menciptakan produk-produk sendiri.

“Jika masyarakat terus dibiarkan saja seperti saat ini, akan menimbulkan rasa ketidakpuasan ditengah pandemi Covid-19. Untuk itu apabila tidak ada solusi dari Pemda akan timbul gejolak dimasyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan Pemda dapat menciptakan peluang untuk meningkatkan ekonomi kemasyarakatan,” pinta anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur ini.

Sementara itu, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Bengkulu pada September 2020 mencapai sebanyak 305.997 orang atau 15,30 persen, naik sebesar 7.993 orang jika dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 298.004 orang atau 14,91 persen.

Sedangkan jumlah penduduk miskin jika dibanding Maret 2020 yang sebesar 302,579 orang. Sementara persentase penduduk miskin, di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 14,13 persen naik menjadi 15,06 persen pada September 2020.

Lalu persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 15,30 persen naik menjadi 15,42 persen pada September 2020. (Adv)
 

Dibaca 1 kali

Facebook comments