Skip to main content

Dua Warga Binaan Kendalikan Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas

Tersangka pengedar narkotika dan barang bukti diamankan. Foto Rori
Tersangka pengedar narkotika dan barang bukti diamankan. Foto Rori

BENGKULU - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 2,2 kilogram (Kg) dan ganja kering siap edar seberat 20 kg. 

Di mana barang haram tersebut dikendalikan dua Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu, Imron alias Oon dan Eko Susanto alias Eko, serta 5 lima tersangka lainnya, berinisial AT, Si, Pa, MS, dan RM.

Selain tersangka, ganja kering dan sabu. Petugas BNNP Bengkulu juga mengamankan, handphone, uang tunai, timbangan elektronik dan plastik bening. Mereka diamankan di lokasi berbeda di Bengkulu. 

Kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Pol. Agus Riansyah mengatakan, peredaran narkoba jenis ganja kering dan sabu, dipesan dua Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu. 

Ganja kering dan sabu yang berhasil diamankan, kata Agus, dipesan dari Medan, Sumatera Utara. Ganja tersebut, jelas Agus, per kilo dibeli tersangka Rp2,5 per kilo dan dijual Rp3 juta. Sementara, sabu dibeli seharga Rp300 ribu per ons. 

''Tersangka terancam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) sub pasal 111 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2), Undang-Undang Republik Indonesia, No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,'' kata Agus, Rabu (12/2020). 

Pengungkapan kasus ini, sampai Agus, BNNP Bengkulu bekerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Bengkulu dan BNN Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara.

''Pengungkapan kasus narkoba ini terbesar yang berhasil ungkap BNNP,'' demikian Agus.(Ri)

Dibaca 2 kali

Facebook comments