Skip to main content

Begini Cara Ubah Citra Angkutan Bus

Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di
Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di

BENGKULU - Kementerian Perhubungan (Kemehub) RI mencatat terjadi penurunan pengguna bus sejak 2015. Di mana jumlah pemudik dengan bus menurun 10,2 persen pada hari raya lebaran 2015. 

Sementara pemudik dengan pesawat terbang naik 8 persen, dan kereta api naik 0,34 persen. Sejak itu, penumpang bus terus menunjukkan penurunan. Namun, saat lebaran 2019, kenaikan penumpang bus mulai terjadi. 

Peningkatan pengguna bus pada lebaran 2019, sejalan dengan banyaknya infrastruktur jalan yang dibangun pemerintahan Joko Widodo. Di mana orang nomor 1 di Indonesia ini mencanangkan gerakan menggunakan transportasi umum.

Selaras dengan banyak jalan tol di bangun dan jalan antar provinsi diperbaiki. Sehingga masyarakat kembali bergairah menggunakan transportasi bus. 

''PO. SAN menyambut pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan melakukan peningkatan layanan. Kami optimis bisa melayani masyarakat lebih baik dan banyak lagi. Saat ini okupansi rata-rata kami selama setahun mencapai 60-70 persen,'' kata Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, Bengkulu, Minggu (1/12/2019).

''Dengan adanya bus premium, layanan premium, kami akan menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat. Apalagi saat ini kami memilih untuk menggunakan kapal cepat eksekutif untuk penyeberangan di Selat Sunda, sehingga jarak tempuh kami akan semakin cepat,'' sambung Sani.

Citra angkutan bus yang jauh dari 3K (Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan), sampai Sani, harus diubah. Sebab hal tersebut akan menjadikan bus sebagai pilihan moda transportasi masyarakat serta memanfaatkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

Bahkan PO.SAN, lanjut Sani, dengan bus premium ingin citra layanan bus setingkat dengan moda transportasi lain. Seperti, pesawat terbang dan kereta api. 

''Kami menyadari ada banyak faktor yang membuat moda transportasi bus, belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Kondisi di jalan raya yang macet, armada yang dinilai kurang layak, sumber daya manusia yang dinilai kurang mengedepankan pelayanan, membuat bus tidak bisa bersaing dengan moda angkutan lain,'' terang Sani.

Menurut Sani, pembenahan ini juga memperbaiki citra bus secara umum. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan dengan bus.

''Akhirnya masyarakat meninggalkan bus. Dengan demikian perlu terus dilakukan pembenahan,'' lanjut Sani.

Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di
Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di


Bus Mewah Terbaik
Untuk mendukung peningkatan citra bus secara umum, PO.SAN berinvestasi dengan membeli tujuh unit bus baru. Berupa empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. 

Pengerjaan bodi ketujuh bus ini dilakukan di karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah yang mana satu-satunya karoseri di Indonesia, yang sudah lulus uji ECE R66 Rolling Test. 

''Jadi untuk mesin kami menggunakan Mercedes Benz, karoseri menggunakan Laksana, dan untuk AC kita menggunakan Thermo King. Kami inginkan yang terbaik bagi masyarakat. Sehingga kami tidak segan untuk berinvestasi sebesar Rp15 miliar untuk ketujuh bus ini,'' kata Sani.

Penggunaan bus mewah terbaik untuk bus antar pulau Sumatera dan Jawa ini, terang Sani, bukan yang pertama dilakukan PO. SAN. Sebelumnya PO.SAN telah menggunakan bus dengan chassis premium dengan Engine Horse Power dan torsi besar.

Lalu, dilengkapi dengan fitur air suspensi, brake retarder, ABS, EBS, ESP, Cuise control, transmisi automatic serta fitur-fitur yang melekat pada bus mewah. Hal tersebut guna menunjang keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang bus selama di perjalanan. 

Pada 2018 PO.SAN mempelopori 3 unit Mercedes-Benz OC500RF 2542, dengan fitur yang melekat pada premium. Namun lebih panjang pada umumnya bus di Indonesia yakni 13,5 meter. Di mana rata-rata bus di Indonesia panjangnya 12 meter. 

Dengan penggunaan bus terbaik dan terkuat di kelas premium, Sani yakin, bus ini bisa tetap modern hingga 10 sampai 15 tahun ke depan. Bus-bus tersebut akan bisa mengantarkan masyarakat Sumatera dan Jawa melintas di Tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa. 

Saat ini, lanjut Sani, PO.SAN memiliki 120 unit bus. Namun yang dioperasikan hanya 94 unit armada. Hal ini terjadi karena 26 unit bus terkena batasan umur dan akan segera dipotong untuk dijadikan besi tua. 

Adapun untuk bus premium, dari total armada yang dimilikinya saat ini, PO. SAN memiliki 29 bus premium berbagai kelas mulai Scania K310ib, Scania K360ib Comfort Shift & Opticruise, Scania K410ib, Mercedes-Benz O 500 RS-1836 (2-axle) dan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 (3-axle). 

''Kami akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan kami,'' sampai Sani.

Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di ​
Peluncuruan aplikasi pembelian tiket bus. Foto Di


BUZZIT, Aplikasi Pembelian Tiket Bus
Selain berinvestasi membeli tujuh armada premium, terang Sani, pihaknya juga mengembangkan aplikasi BUZZIT yang merupakan aplikasi pembelian tiket bus. Pelanggan dengan mudah bisa membeli tiket hanya dari gawai. Membeli tiket dan langsung memilih tempat duduk yang diinginkan sesuai titik naik (boarding point) dan titik turun (drop point).

Sani menjelaskan, pembenahan dengan peningkatan layanan dari pengusaha bus perlu terus dilakukan untuk menambah minat pengguna bus. 

''Aplikasi ini bisa diunduh dari playstore bagi pengguna android, https://play.google.com/store/apps/details?id=com.creatsign.buzzit. Untuk pengguna Iphone bisa memesan melalui website www.buzzit.co.id. Dengan meningkatkan layanan ini diharapkan masyarakat kembali menggunakan bus untuk keperluan transportasi antarkotanya,'' jelas Sani.(Di)

Dibaca 2 kali

Facebook comments