Skip to main content

Bank Indonesia Luncurkan Standar Nasional Kode QR

Bank Indonesia Luncurkan Standar Nasional Kode QR
Bank Indonesia Luncurkan Standar Nasional Kode QR

Bengkulu - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu meluncurkan kode respon cepat atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) uang elektronik di Bengkulu. Peluncuran QRIS ini nantinya diharapkan bisa digunakan secara masif oleh seluruh lapisan masyarakat. Kode itu bisa digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan, minuman, hingga transportasi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Joni Marsius mengatakan, standarisasi Kode QR uang elektronik menganut prinsip universal. Artinya, penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) yang menawarkan layanan transaksi Kode QR akan didorong untuk bekerja sama dengan berbagai sektor usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar layanan Kode QR dapat mencakup seluruh transaksi.

"QRIS akan unggul dan universal. Semua lapisan masyarakat bisa menggunakan ini, penjual bakso bisa gunakan ini, mi goreng juga," ujar Joni, Senin (19/8).

Joni yakin QRIS akan meningkatkan penetrasi layanan keuangan digital ke masyarakat. Dengan begitu, keberadaan QRIS dapat mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Lebih jauh Joni mengatakan, QRIS berisi acuan bagi seluruh PJSP Kode QR seperti Go-Pay, Grab-Pay, Dana, OVO dan lainnya, yang harus diikuti. Setelah peluncuran QRIS pada Hari Kemerdekaan ini, BI memberikan waktu transisi kepada PJSP untuk menyesuaikan secara keseluruhan bisnis dan operasi Kode QR dengan QRIS hingga 1 Januari 2020.

"Di tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) yakni penjual (merchant) yang akan menampilkan Kode QR pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran," ujarnya.

Pada 1 Januari 2020 nanti, seluruh PJSP harus mengikuti standar QRIS. Saat ini, PJSP yang menggunakan Kode QR masih dapat beroperasi sembari memenuhi ketentuan dalam QRIS.

Saat ini, masyarakat dapat menggunakan layanan kode QR dengan dana yang bersumber dari kepemilikan uang elektronik. Uang itu berbasis server dompet elektronik dan juga rekening perbankan.

QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Sebelum diluncurkan, spesifikasi teknis standar Kode QR dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada September hingga November 2018 dan tahap kedua pada April hingga Mei 2019. (Tv)

Dibaca 1 kali

Facebook comments