Skip to main content

Atasi Permasalahan DAS Perlu Komitmen Bersama

Banjir
Atasi Permasalahan DAS Perlu Komitmen Bersama

Bengkulu - Untuk mengatasi permasalahan bencana banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Bengkulu perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah Kota Bengkulu dengan kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara karena terjadinya banjir tersebut karena limpahan air dari kedua kabupaten tersebut.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat Sosialisasi, Koordinasi dan Konsolidasi Forum DAS Bengkulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Rabu (23/12), mengatakan ketika hujan deras yang pasti mengalami kebanjiran adalah DAS bagian hulu karena gundul sehingga DAS bagian tengah pasti mengalami penyempitan kemudian DAS bagian hilir pasti terjadi penyumbatan. Ketiga inilah yang mengakibatkan Kota Bengkulu banjir.

Ia menambahkan untuk mengatasi hal itu maka harus dipastikan adanya desain rencana yang dapat memutuskan mata rantai permasalahan banjir tersebut, selain itu, perlu komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan DAS Bengkulu ini dengan melibatkan aparat penegak hukum.

“Masing-masing sektor tugasnya apa dan kerjanya apa, kemudian kita minta aparat penegak hukum untuk mendampingi dan mengawasi jika masih melakukan pelanggaran agar dapat ditindak,” tegasnya.

Untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Bengkulu, Gubernur Rohidin minta agar Pemerintah Kota Bengkulu memperketat perizinan pembangunan perumahan, kemudian membuat detail tata ruang yang menjadi pedoman dalam pembangunan di kawasan pemukiman.

“Kesimpulannya, Kota Bengkulu merupakan daerah terdampak banjir paling parah maka perlu memperket perizinan perumahan serta membuat detail tata ruang. Pengembang perumahan wajib membuat drainase yang terhubung dengan drainase induk dengan membuat surat edaran. Kemudian ada ruang terbuka hijau untuk peresapan air,” jelasnya.

Dengan menjaga kelancaran dan kebersihan DAS sehingga kelestarian flora dan fauna di ekosistem DAS Bengkulu dapat terjaga sehingga tidak punah.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu Joni Irawan menegaskan, saat ini DAS yang ada di Kota Bengkulu sudah sangat parah dan memprihatinkan. Hal itu, menurutnya yang memicu terjadinya banjir saat hujan.

“Masyarakat Kota Bengkulu yang berada di sepanjang pinggir hulu Sungai lebih sering mengalami banjir, terutama di daerah Tanjung Agung,” jelas Joni Irawan.

Lebih lanjut diungkapkannya, Daerah Aliran Sungai Bengkulu sudah tidak mampu mendukung dan menampung air hujan, sehingga sering terjadi banjir yang sudah pasti meresahkan masyarakat Kota Bengkulu.

Untuk itu, dirinya berharap adanya solusi bersama dalam mengatasi persoalan DAS ini.

“Selama ini kami melihat tidak ada kepedulian yang nyata terhadap kondisi DAS Kota Bengkulu. Oleh karena itu, dengan sosialisasi ini, semoga adanya rasa peduli terhadap DAS kita, yang merupakan milik kita bersama, milik daerah kita,” ungkapnya.

Rakor ini juga dihadiri unsur Forkompinda Provinsi, BKSDA, BWS VII Bengkulu, Kepala OPD terkait Kabupaten dan Kota serta Ormas Lingkungan Hidup.(Red)
 

Dibaca 1 kali

Facebook comments