Skip to main content

740,3 Gram Sabu dan Tiga Bandar Diringkus BNNP Bengkulu

Konferensi Pers BNNP Bengkulu
Konferensi Pers BNNP Bengkulu

Bengkulu - Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu meringkus tiga orang yang diduga bandar narkoba jenis sabu-sabu dengan inisial H, R dan IB. Diketahui, penyeludupan barang haram ini dengan modus menggunakan paket kiriman berisi sepatu bekas. Sedangkan yang lainnya dikendalikan oleh narapidana (Napi) dari dalam Rutan.

Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah saat konferensi pers di Kantor BNNP Bengkulu, Selasa (17/9) menerangakan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. 

Kemudian tim pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu pada tanggal 30 Agustus 2019 sekira pukul 15.30 WIB melakukan penangkapan terhadap tersangka H yang mengambil sebuah paket yang dikirim dari Kota Pekanbaru Riau di salah satu loket di kota Bengkulu.  

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, BNN menemukan barang bukti berupa 1 buah kotak sepatu warna orange dengan merk Vi dan Vie yang bertuliskan alamat pengirim dan alamat penerima yang di dalamnya berisi 1 buah sepatu bekas warna hitam merk Diadora dan di dalamnya terdapat 1 buah bungkusan plastik terbalut lakban coklat berisi narkotika jenis sabu dengan berat  240,30 gram.

Selain sabu, BNNP berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio, 1 buah timbangan digital, 1 lembar kertas yang berisi catatan penjualan sabu, 1 unit HP, 5 bungkus plastik klip bening, 1 buah plastik bening yang berisi 1 buah sendok plastik, dan 1 buah pipet yang sudah dimodifikasi. 

"Tersangka H masuk ke dalam jaringan Lapas yang dikendalikan oleh Mister X dari Provinsi Sumatera Utara untuk mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Provinsi Bengkulu,” kata Agus.

Agus menyampaikan, sedangkan untuk pengungkapan kasus yang kedua, BNN Provinsi Bengkulu pada tanggal 15 September 2019 sekira pukul 12.50 WIB di Jalan Danau tepatnya Simpang 4 Kompi Kota Bengkulu berhasil menangkap tersangka inisial R yang kedapatan membawa sabu seberat 500 gram yang disimpan di dalam tas selempang.

Tersangka R membawa sabu dari Medan Sumatera Utara menuju Bengkulu dengan menggunakan bus Akap antar Provinsi. Selanjutnya, di hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB petugas mengamankan tersangka IB yang saat itu akan menjemput R. 

Dari dalam tas IB ditemukan satu paket narkoba jenis ganja. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa para tersangka dikendalikan salah satu Napi Rutan malabero inisial HE. Selain sabu dan ganja barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 4 unit HP, 1 unit motor Honda Beat.

"Untuk tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jucto Pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider pasal 111 ayat 1 jucto Pasal 132 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” jelas Agus. (Rori)

Dibaca 1 kali

Facebook comments